'Utsman bin Affan, Pemilik Dua Cahaya


Beliau dijuluki Dzun Nuroin yang artinya pemilik dua cahaya. Karena hanya beliau yang menikahi dua puteri Nabi Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam. Ini menunjukkan kemuliaan beliau. Karena yang bisa menikah dengan dua puteri Nabi hanyalah orang yang mulia. Para malaikat merasa malu kepada beliau. Karena beliau adalah sahabat yang sangat malu kepada Alloh. Sehingga beliau selalu mengerjakan perintah Alloh dan menjauhi larangan-Nya. Sungguh besar kecintaan 'Utsmanrodhiyallohu 'anhu kepada Alloh. Siang dan malam, beliau beribadah kepada Alloh.

'Utsman berasal dari keluarga yang kaya. Beliau juga seorang yang kaya. Namun kekayaannya tidak membuat beliau bakhil. Betapa banyak harta yang sudah diinfaqkan di jalan Alloh. Sampai-sampai ada yang mengatakan, bahwa 'Utsman adalah manusia yang paling dermawan setelah Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam.

'Utsman adalah khalifah ketiga sepeninggal Abu Bakar dan 'Umar. Meskipun menjabat sebagai khalifah, beliau tidaklah sombong. Bahkan beliau adalah manusia yang berakhlaq mulia. Beliau sangat perhatian dan sayang terhadap rakyatnya.

Pada suatu hari, datang gerombolan orang jahat yang bersenjata ke Madinah. Mereka berniat membunuh 'Utsman bin Affan. Kemudian beliau mengingatkan mereka tentang peristiwa Gunung Hira' yang berguncang. Pada waktu itu Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam berkata,

"Tenanglah wahai Hira'. Sesungguhnya di atasmu ada seorang nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid."

Maka muncullah orang-orang yang mempersaksikan peristiwa itu. Lalu 'Utsman bersumpah lagi dan mengingatkan peristiwa Ba'itur Ridhwan. Pada waktu itu Rosululloh berkata sebelum membai'at,

"Ini tanganku dan ini tangan 'Utsman."

Lalu muncullah orang yang mempersaksikan peristiwa itu.

Demikianlah, beliau terus mengingatkan mereka tentang keutamaannya yang besar. Beliau mengingatkan pula bahwa "Utsman-lah yang memperluas Masjid Nabawi dengan hartanya sendiri. 'Utsman-lah yang memberi bekal kepada setengah pasukan saat sulit di Perang Tabuk. 'Utsman-lah yang membeli sumur Ruumah untuk dishodaqohkan airnya.

Namun upaya beliau gagal. Para pengepungnya lebih mendahulukan nafsu angkara murka, berupa dosa dan kekejian. Para penjahat (teroris) itu tega membunuh "Pemilik Dua Cahaya". 'Utsman meninggal pada usia sekitar 90 tahun. Beliau menghadap Alloh dalam keadaan syahid.


Diambil dari Buku "Kisah 20 Shohabat Peraih Janji Surga" karya Abu 'Umar Ibrohim dan Abu Muhammad Miftah. Penerbit: Hikmah Anak Sholih - Yogyakarta. (dengan sedikit edit dari redaksi).


http://waqqash.blogspot.com/2009/12/utsman-bin-affan-pemilik-dua-cahaya.html

*Photo "Golden Beams" by

Evgeni Dinev / freed******photos


Abu Bakar Ash Shiddiq, Sahabat yang Paling Utama


Abu Bakar rodhiyallohu 'anhu adalah laki-laki pertama dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga oleh Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam. Namanya adalah 'Abdullah bin 'Utsman. Akan tetapi beliau lebih dikenal dengan nama kunyahnya, yaitu Abu Bakar rodhiyallohu 'anhu. Julukan beliau adalah Ash Shiddiq. Karena beliau adalah orang yang paling segera membenarkan Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam.

Abu Bakar adalah seorang tokoh Islam yang diakui kehebatannya dalam menegakkan agama Alloh. Keutamaannya begitu besar. Para ulama sepakat akan kedudukannya sebagai orang nomor satu di kalangan para sahabat.

Abu Bakar rodhiyallohu 'anhu adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan laki-laki. Di kalangan shohabat, beliau adalah orang yang paling pemberani, paling dermawan, paling 'alim (berilmu), dan paling bertaqwa kepada Alloh.

Beliau adalah manusia yang paling dicintai Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam. Sampai-sampai Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam mengatakan,

"Seandainya aku boleh mengambil seorang khalil (kekasih yang tercinta), niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai khalil-ku." (HR. Bukhari dan Muslim).

Berkata Al Imam Asy-Sya'bi,

"Alloh telah memberikan kekhususan kepada Abu Bakar rodhiyallohu 'anhu dengan empat perkara yang tidak dimiliki oleh seorang pun:

1. Dinamai dengan Ash Shiddiq.
2. Orang yang menemani Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam di Gua Tsur.
3. Orang yang menjadi teman setia Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam dalam berhijrah.
4. Orang yang ditunjuk Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam untuk mengimami manusia dalam sholat. "

Abu Bakar rodhiyallohu 'anhu adalah orang yang sangat takut kepada adzab Alloh. Sampai-sampai beliau mengatakan,

"Sungguh aku ingin menjadi sehelai rambut yang menempel di tubuh seorang budak yang beriman."

Pada suatu hari, Abu Bakar pernah dibawakan makanan oleh seorang anak. Ternyata makanan itu hasil perdukunan di zaman jahiliyah. Setelah mengetahui tentang hal tersebut, beliau langsung memuntahkannya. Ini membuktikan betapa zuhud dan wara'-nya beliau. Abu Bakar adalah seorang laki-laki yang sangat pemberani. Keberaniannya diakui oleh lawan dan kawan. Setiap peperangan beliau ikuti. Hijrah di jalan Alloh pun beliau jalani. Beliaulah yang memerangi orang-orang murtad sepeninggal Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam.

Ketika para sahabat dirundung kesedihan atas kematian Rosululloh, tiba-tiba tampillah Abu Bakar berbicara di hadapan para sahabat dengan ucapan yang menyentuh dan membuat mereka sadar. Beliau membaca Firman Alloh:

"Sesungguhnya engkau akan mati dan mereka akan mati pula." (QS. Az Zumar: 30).

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rosul." (QS. Ali 'Imran: 144).

Kemudian beliau mengatakan,

"Wahai manusia! Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka beliau telah tiada. Dan barangsiapa menyembah Alloh, maka sesungguhnya Alloh adalah Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati."

Maka para sahabat menjadi tenang dan sadar dengan ucapan beliau. Hal ini menunjukkan betapa 'alim dan kokohnya iman Abu Bakar. Keutamaan beliau yang tidak tertandingi diakui pula oleh 'Umar bin Khaththab. Ketika diserukan untuk bershodaqoh, dengan keyakinan akan mengalahkan Abu Bakat 'Umar menshodaqohkan setengah hartanya. Namun ternyata Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. 'Umar baru sadar bahwa dia tidak akan pernah mengungguli Abu Bakar dalam perkara apapun selama-lamanya.

Beliau meninggal pada tahun 13 Hijriyah di umur 63 tahun. Kota Madinah dirundung kesedihan. Telah pergi khalifah pertama dan manusia terbaik setelah Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam. Beliau dikuburkan pada malam hari di sisi Rosululloh.

Diambil dari Buku "Kisah 20 Shohabat Peraih Janji Surga" karya Abu 'Umar Ibrohim dan Abu Muhammad Miftah. Penerbit: Hikmah Anak Sholih - Yogyakarta. (dengan sedikit edit dari redaksi).


Daftar Istilah (Glossary) :

a. K
unyah = nama yang dinisbatkan kepada seseorang, misalnya Abu Fulan (bapaknya Fulan), Ummu Fulan (ibunya Fulan), Ibnu Fulan (anaknya Fulan).
b. K
halil = kekasih.
c. W
ara' = rasa takut akan siksa Alloh.


http://waqqash.blogspot.com/2009/12/abu-bakar-ash-shiddiq-sahabat-yang.html

Photo "Autums Leaves" dalam Sample Pictures di HP notebook saya.






Tiga Orang yang Terperangkap dalam Gua


Dahulu, ada tiga orang yang kemalaman lalu berlindung ke dalam sebuah gua. Tiba-tiba, jatuh sebuah batu yang besar dari atas bukit dan menutupi pintu gua tersebut. terperangkaplah mereka di dalamnya!

Maka mereka berkata (sesama mereka),

“Sungguh tiada satupun yang dapat menyelamatkan kamu dari bahaya ini. Kecuali jika kamu berdo’a kepada Alloh dengan menyebutkan amal sholih yang pernah kamu lakukan.”

Lantas berkatalah salah seorang dari mereka,

“Ya Alloh, dahulu aku memiliki ayah dan ibu yang sudah tua. Dan sudah biasa aku tidak memberikan minuman susu kepada seorang pun sebelum keduanya. Hingga pada suatu hari aku pulang terlambat, karena mencari kayu. Aku temui kedua orang tuaku sudah tidur. Aku enggan untuk membangunkan orang tuaku, dan aku tidak akan memberikan susu itu kepada siapapun, sebelum keduanya.

Aku menunggu kedua orang tuaku (bangun) sambil memegang tempat minuman tersebut, sampai terbit fajar, meskipun anak-anakku merengek-rengek di bawah kedua kakiki karena lapar. Maka bangunlah orang tuaku, dan mereka minum susu tersebut. Ya Alloh, jika aku berbuat seperti itu karena mengharap ridho-Mu, maka geserlah batu yang menutupi pintu gua ini!”

Maka bergeserlah batu itu sedikit. Namun, mereka belum bisa keluar dari gua.

Kemudian orang yang kedua berdoa pula. Dalam doanya ia pernah ingin melakukan perbuatan keji kepada saudara sepupunya. Namun ketika ingin melakukan perbuatan keji tersebut, saudara sepupunya itu mengingatkannya untuk takut kepada Alloh. Akhirnya, ia sadar dan tidak jadi melakukan perbuatan keji kepada saudara sepupunya.

Di akhir doanya orang itu berkata,

“Ya Alloh, jika aku melakukan hal itu karena mengharap ridho-Mu, maka geserlah batu yang menutupi pintu gua ini.”

Maka bergeserlah batu itu. Akan tetapi mereka tetap belum bisa keluar dari gua tersebut.

Orang yang ketiga lalu berkata,

“Ya Alloh, aku mempekerjakan beberapa orang karyawan, semua kugaji, kecuali satu dari mereka yang tak sabar menunggu. Ia pergi dan tak kembali mengambil upahnya. Maka aku kembangkan gaji karyawan tersebut sehingga menjadi banyak. Setelah beberapa lama ia datang kembali kepadaku dan berkata, ‘Wahai Hamba Alloh, berikan upahku yang dulu.’

Aku menjawab, ‘Semua kekayaan yang dihadapanmu berupa unta, sapi, kambing, serta budak pengembala itu semua adalah gajimu.’

Ia berkata, ‘Wahai Hamba Alloh, kamu jangan mempermainkan aku.’

Aku menjawab, ‘Aku tidak mempermainkanmu.’

Maka diambilnya semua yang aku sebutkan itu, dan tidak meninggalkannya sedikitpun. Ya Alloh, jika aku berbuat seperti itu karena mengharapkan keridhoan-Mu, maka geserlah batu yang menutupi pintu gua ini!”

Akhirnya, bergeserlah batu besar tersebut, sehingga mereka semua dapat keluar dari dalam gua (dengan selamat).

(Diceritakan kembali dari Hadits ‘Abdullah bin ‘Umar, riwayat Bukhari No. 2102 dan Muslim No. 2743).


http://waqqash.blogspot.com/2010/01/tiga-orang-yang-terperangkap-di-dalam.html#more

Photo "Desert Landscape" in Sample Pictures in my HP notebook.